Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Halalbihalal IPSI Purwakarta: Pesilat Bersatu, Tradisi dan Semangat Muda Menjadi Satu

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T11:26:14Z




Purwakarta, 26 Maret 2026 — Suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan menyelimuti RM Amor, tempat berlangsungnya Halalbihalal keluarga besar IPSI Purwakarta. Lebih dari sekadar pertemuan pasca-Lebaran, acara ini menjadi arena para pesilat untuk menunjukkan persatuan, solidaritas, dan kecintaan terhadap tradisi pencak silat.




Hampir seluruh perguruan di Purwakarta hadir: PSHT, SMI, Pancaroba, PPD PI, Persinas ASAD, Gerak Bumi, Sinar Kusuma, Sinar Pusaka Putra, PSHT Pusat Madiun, Medal Saputra, Bima Suci, MKP, PSNU, IKS.PI,Perisai Diri,Merpati PutihLugay Kancana, dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Hanya satu perguruan, Perisai Diri, yang berhalangan hadir. Kehadiran para pesilat ini memperlihatkan semangat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.



Dalam sambutannya, Kang Lucky, pengurus IPSI Pengprov Jawa Barat, menegaskan pentingnya generasi muda pesilat untuk tampil aktif dan tangguh, baik dalam teknik, mental, maupun organisasi. Ia mengingatkan bahwa POPDA dan POPWILDA bukan sekadar kompetisi, tetapi medan pembuktian kemampuan dan kedisiplinan pesilat muda yang akan menjadi tulang punggung organisasi.



Ketua IPSI Purwakarta juga menyampaikan pesan kepada seluruh pesilat muda: keterlibatan kalian dalam keorganisasian perguruan maupun IPSI adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan. Pesilat sejati tidak hanya handal dalam jurus, tetapi juga mampu memimpin, menjaga tradisi, dan menebar pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.


Acara ini juga menjadi momen untuk memperkenalkan rencana kunjungan ke perguruan-perguruan tradisi yang masih aktif. Langkah ini diambil untuk menjaga nilai luhur pencak silat, sekaligus memperkuat jaringan antarperguruan, agar setiap pesilat dapat belajar dan bertukar pengalaman demi kualitas latihan dan karakter yang lebih baik.


Diskusi hangat antara tokoh silat senior dan muda menegaskan satu hal: pencak silat bukan sekadar bela diri, tapi juga budaya, disiplin, dan karakter. Dari tukar pengalaman hingga rencana strategis, semangat para pesilat menyatu, menunjukkan bahwa persatuan adalah fondasi utama bagi perkembangan pencak silat di Purwakarta.


Halalbihalal IPSI Purwakarta di RM Amor menjadi bukti nyata bahwa pesilat tidak hanya berlatih jurus, tapi juga menumbuhkan nilai persaudaraan, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap seni bela diri tradisional.


Red :Natajabar/KangDodi

×
Berita Terbaru Update