Natajabar.com-Tanpa surat resmi, pesan WA dianggap memiliki kekuatan hukum
Hengky Suan S.H kecewa atas sikap yang dilakukan oleh PT indorama terhadap respon sosial kontrol yang dilakukan oleh ORMAS XTC INDONESIAN DPC KAB PURWAKARTA.
"Kami menyurati perusahaan tersebut pada tanggal 17 Juli untuk jadwal 22 Juli 2026 pada tanggal 21 Pesan WhatsApp diterima oleh saya atas nama viky dimana hal tersebut menurut saya itu sangat menciderai marwah instansi kepolisian yang dianggap isi pesan tersebut (terlampir)
Setelah di pertanyakan kepada saya oleh pihak kepolisian di Polsek jatiluhur, pihak indorama belum berani mengeluarkan surat resmi dikarenakan pimpinan atas nama ALIAMAN sedang sakit(belum ada perintah dari beliau)
Bagi saya, pihak indorama merasa super power dalam hal tersebut.
" Hengky suan S.H ketua XTC Indonesia DPC kab purwakarta menemukan di PT indorama tersebut terdapat Pegawai Outsourcing yang memegang produksi, oleh PT Dewi Makmur Sukmadjati dimana tersebut salah satu Perusahaan Outsourcing yang ada di PT indorama.
ditambah upah yang sangat tidak manusiawi belum lagi BPJS dari awal tidak pernah ada
dimana hal tersebut termasuk pelanggaran dalam Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Kebijakan ini merupakan turunan dari UU Cipta Kerja dan Putusan Mahkamah Konstitusi No.168/PUU-XXI/2023 yang bertujuan membatasi jenis pekerjaan alih daya guna melindungi hak pekerja/buruh.
Dalam hal ini XTC INDONESIA DPC KAB PURWAKARTA akan Membawa permasalahan tersebut kepada DPRD kab Purwakarta untuk memanggil PT indorama dan PT outsourcing di dalam PT indorama tersebut dimana hal tersebut salah satu di antaranya PT Dewi Makmur Sukmadjati.
Red**