Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pasanggiri Jaipong Digagas di Campaka, Energi Budaya Mulai Dipanaskan

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T13:23:32Z



NATA JABAR

Purwakarta — Gerakan budaya kembali menemukan momentumnya. Bertempat di RM Abah Nurdin, kawasan Campaka, rapat pembentukan panitia Pasanggiri Jaipong digelar dalam balutan suasana alam pedesaan yang tenang namun sarat makna. Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning, gagasan besar tentang pelestarian seni tradisi mulai dirumuskan dengan serius.


Inisiatif ini digerakkan oleh Sugiyanto, pimpinan Sanggar Seni Budaya ATHARRAZKA Situ Cigangsa, bersama Sri Mulyani, pimpinan sanggar seni dari Desa Campaka. Keduanya mengusung semangat kolektif untuk menghadirkan ruang ekspresi bagi para pelaku seni Jaipong, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal di tengah arus modernisasi.


Rapat tersebut mendapat perhatian dari berbagai elemen strategis. Kepala Bidang Pariwisata, Dodi Samsul Bahri, hadir memberikan arahan terkait konsep dan integrasi kegiatan dalam kalender resmi daerah. Turut hadir pula Kang Hadi dari jajaran pengurus Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwakarta, serta Rhana Nugraha, Duta Batik Nasional, yang memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem budaya berbasis kearifan lokal.


Sosok Kang Dodi Suhada juga terlihat aktif dalam pembahasan teknis, khususnya dalam penyiapan administrasi dan perumusan tata aturan pelaksanaan. Dengan rekam jejak dalam mengelola event budaya dan kejuaraan pencak silat tradisi di level Jawa Barat hingga nasional, kontribusinya dinilai krusial dalam menjaga kualitas dan kredibilitas kegiatan.


Dari hasil pembahasan, Pasanggiri Jaipong direncanakan berlangsung pada Juni mendatang, masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58. Lokasi kegiatan dipusatkan di Panggung Seni ATHARRAZKA, Situ Cigangsa, Desa Campaka Sari—sebuah titik yang diproyeksikan menjadi simpul baru geliat seni pertunjukan di Purwakarta.


Pasanggiri ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang konsolidasi budaya. Di sinilah para penari, pelatih, dan komunitas seni akan bertemu, bertukar energi, dan menyalakan kembali api tradisi yang nyaris redup. Serta bisa menjadi ajang wisata budaya yang menarik, menghadirkan pengalaman autentik bagi para pengunjung untuk menyaksikan kekayaan seni lokal secara langsung, mencicipi kuliner khas daerah, hingga mengenal lebih dekat nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, pasanggiri ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.


Purwakarta bersiap. Jaipong kembali naik panggung. Dan dari desa, gelombang budaya itu mulai bergerak.


Red:Nata Jabar

×
Berita Terbaru Update