Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Idulfitri di Purwakarta: Muhammadiyah Gelar Salat Serentak, Perbedaan Jadi Cermin Dinamika Umat

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-20T00:52:03Z

 


PURWAKARTA – Suasana pagi 1 Syawal 1447 Hijriah di Purwakarta tampak hidup sejak fajar. Ribuan jamaah memadati sejumlah titik untuk menunaikan Salat Idulfitri yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purwakarta secara serentak.

Pelaksanaan ini berada dalam koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, menegaskan konsistensi Muhammadiyah dalam menetapkan awal Syawal melalui metode hisab—pendekatan astronomi yang telah menjadi rujukan organisasi ini sejak awal berdirinya.


Dari Sejarah ke Realitas Hari Ini

Didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 1912, Muhammadiyah membawa pembaruan dalam penentuan kalender Islam melalui ilmu falak modern.

Pendekatan ini berbeda dengan metode rukyat yang digunakan oleh kalangan lain seperti Nahdlatul Ulama, yang mengandalkan pengamatan langsung hilal. Perbedaan metode ini menjadi alasan utama mengapa Idulfitri di Indonesia tidak selalu dirayakan secara bersamaan.


Mengurai Perbedaan: Ilmu dan Ijtihad

Perbedaan muncul dari cara pandang dalam memahami dalil:

  • Hisab Muhammadiyah: menekankan kepastian ilmiah—bulan dianggap masuk saat posisi hilal sudah berada di atas ufuk (wujudul hilal).

  • Rukyat NU & Pemerintah: menunggu visibilitas hilal dengan kriteria tertentu.

Ketika hilal secara hitungan sudah ada namun belum terlihat, maka perbedaan penetapan pun terjadi—dan ini telah menjadi dinamika yang berlangsung lama di Indonesia.


Sebaran Titik Salat: Jamaah Membludak

Salat Idulfitri Muhammadiyah di Purwakarta digelar di beberapa lokasi:

  • Halaman Kantor BNI Cabang Purwakarta

  • Lapangan Kampus YASRI

  • Kawasan Cipaisan, Jl. Jenderal Ahmad Yani

  • Lapangan RSU Asri

Di Halaman Kantor BNI Cabang Purwakarta, kegiatan dipimpin oleh Afza Masyhadi sebagai imam dan khatib.

Pelaksanaan di lokasi ini dikoordinatori langsung oleh Bp. Suratijo selaku koordinator panitia dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purwakarta, yang memastikan jalannya kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Sementara di titik lain, turut bertugas:

  • M. Nainunis Syamsun El-Fatta

  • M. Fauzi Rahman Ramdhani

  • Azi Ahmad Tajudin




Khutbah: Idulfitri Sebagai Titik Awal

Dalam khutbahnya, Afza menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan setelah Idulfitri—mulai dari ketakwaan hingga kepedulian sosial.

Pelaksanaan yang tertib dan lancar, menurut panitia, menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.


Perbedaan yang Menyatukan

Meski terdapat perbedaan waktu perayaan dengan sebagian umat Islam lainnya, suasana tetap berlangsung damai. Masyarakat menunjukkan sikap saling menghormati, menjadikan perbedaan sebagai bagian dari kedewasaan beragama.


Penutup: Harmoni dalam Keberagaman

Perayaan Idulfitri Muhammadiyah di Purwakarta tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga gambaran nyata harmoni di tengah perbedaan.

Semangat kembali ke fitrah tetap satu—meski jalan menuju hari raya tidak selalu sama.

Redaksi Natajabar

×
Berita Terbaru Update